Moment of Truth
Ada suatu saat dalam hidup saya dimana hati menjadi begitu tenang dan lapang. Saat itu, hati saya seperti telaga sepi dan hening. Saat itu, saya tidak menginginkan apa-apa lagi. Semua yang hati saya harapkan, telah dikabulkan. Tanpa suara, hati saya seakan berkata “semuanya sudah cukup. Tidak ada lagi yang ingin kuminta. Semua sudah cukup. Lebih dari cukup. Dan kini aku ingin mengabdi. Sebagai sebuah ungkapan terima kasih atas segala yang telah kuterima.”
Bukan, itu bukan karena kedisiplinan beribadah atau apapun yang semacam itu, bukan karena banyaknya kebaikan yang saya lakukan. Itu lebih karena saya pernah mengalami masa-masa yang penuh kesalahan sebelumnya, dan saya begitu ingin memperbaikinya, hingga sampailah saya pada satu titik bahwa sekeras apapun saya berusaha, saya jauh dari sempurna. Begitu banyak kesalahan yang tetap melekat pada diri saya.
Di titik itu saya merasa bukan siapa-siapa. Jikalah saya masih punya harga diri, jikalah rekan-rekan masih menghargai saya, itu adalah anugrahNya. Saya tidak punya apa-apa, dan semua yang ada di sekitar saya, di dalam hidup saya, segala hal baik itu, kemudahan hidup, persahabatan, pengakuan, segala kelimpahan itu, semata adalah anugrahNya. Karena Ia masih berkenan menatap saya, memasukkan nama saya dalam daftar hambaNya yang masih boleh menerima limpahan anugrahNya.
Di saat itulah, tanpa suara, hati saya berkata “semuanya sudah cukup. Tidak ada lagi yang saya minta. Semua sudah cukup, lebih dari cukup. Dan kini saya ingin mengabdi. Sebagai sebuah ungkapan terima kasih atas segala yang telah saya terima.”
Dari hari itu, saya berharap agar diri ini senantiasa setia di dalam pengabdian. Dan saya memilih mendedikasikan diri saya di bidang pendidikan/pengembangan diri, sosial/pengembangan komunitas, dan politik/kepemimpinan publik–suatu perwujudan dari panggilan untuk memahami hidup, melayani kemanusiaan, dan menciptakan perubahan.
.
Inilah Trimatra Pengabdian saya.
Pendidikan/Pengembangan Diri
Mengajar Biologi (SMP/SMA) di beberapa bimbel di Bandung. Hal terpenting bagi saya dalam tugas ini adalah kesempatan untuk membantu remaja mengenali dirinya, bagaimana ia belajar, dan kemana dia mengarahkan visi belajarnya. Adapun melalui bidang biologi, saya berusaha mengenalkan beberapa sifat esensial dari kehidupan.
Trainer/Fasilitator. Saya secara berkala memberikan training di beberapa organisasi mahasiswa, atau menjadi fasilitator training, membantu beberapa trainer yang saya kenal. Salah satu yang terbaik : Bu Linda Saptaji Yahya. Master Trainer of Self Insight Awareness Training
Sosial/Pengembangan Komunitas
Kalau saja ada yang menggaji, maka dengan sangat senang hati saya akan mengklaim inilah profesi saya yang utama
Memang aktifitas di bidang inilah yang paling saya sukai.
Saat ini, beberapa aktifitas sosial yang saya kerjakan :
Sekretaris RT 04 RW 05 Cijerah
Memberikan Pendampingan bagi Keluarga Teh Ika
Membina adik-adik Alste Bandung
(komunitas alumni SMA 3 Semarang yang kuliah di Bandung)
Politik
Saat ini saya bukan anggota parpol. Simpatisan saja. Mungkin jika memang perlu, suatu saat saya akan jadi anggota, tapi saat ini simpatisan saja sudah cukup, tidak bisa lebih. Karena :
Sejak Oktober 2007 sampai sekarang saya bertugas sebagai Panitia Pelaksana Pemilu. Ketika Pilgub Jabar, saya jadi anggota PPS (Panitia Kelurahan), dan sekarang untuk Pemilu 2009 saya menjadi anggota KPPS (tingkat RT/TPS).
.
…