<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Trimatra Pengabdian</title>
	<atom:link href="http://muhfirman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhfirman.wordpress.com</link>
	<description>memahami hidup ~ melayani kemanusiaan ~ menciptakan perubahan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Feb 2009 01:52:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muhfirman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0cf9c60ff0d949562400c15894412826?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Trimatra Pengabdian</title>
		<link>http://muhfirman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://muhfirman.wordpress.com/osd.xml" title="Trimatra Pengabdian" />
	<atom:link rel='hub' href='http://muhfirman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Membentuk Keseimbangan</title>
		<link>http://muhfirman.wordpress.com/2009/02/09/membentuk-keseimbangan/</link>
		<comments>http://muhfirman.wordpress.com/2009/02/09/membentuk-keseimbangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 01:52:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhfirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[PengembanganDiri]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[keseimbangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhfirman.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Pernah mencoba Myers-Briggs Type Indicator? menurut saya ini adalah salah satu test yang paling baik dalam membantu kita mengenali kepribadian diri sendiri, dan yang terpenting, membantu mengenali kecenderungan kerja. Terutama bagi mereka yang sedang dalam usia produktif.. dan ingin meraih bentuk kinerja puncak. Dalam test tersebut kita dihadapkan dengan empat dikotomi. Apakah kita orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=271&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah mencoba <a href="http://mypersonality.info">Myers-Briggs Type Indicator</a>? menurut saya ini adalah salah satu test yang paling baik dalam membantu kita mengenali kepribadian diri sendiri, dan yang terpenting, membantu mengenali kecenderungan kerja. Terutama bagi mereka yang sedang dalam usia produktif.. dan ingin meraih bentuk kinerja puncak.</p>
<p>Dalam test tersebut kita dihadapkan dengan empat dikotomi. Apakah kita orang yang introvert atau extrovert? Apakah kita membangun persepsi dengan indrawi atau intuisi? Apakah kita mengambil keputusan dengan pikiran atau perasaan? Dan apakah kita orang yang membutuhkan struktur kerja agar efektif (judging), atau justru membutuhkan fleksibilitas tinggi untuk bisa kreatif atau produktif (perceiving) ?</p>
<p>Dan pada hari-hari ini saya sedang dibenturkan dengan dilema dari dikotomi yang terakhir. Saya tumbuh sebagai anak dan remaja yang fokus. Kalau sudah punya satu keinginan dan target, saya bisa menyisihkan segalanya demi memusatkan diri meraih target itu. Banyak kejadian, kesempatan, prestasi, saya raih dengan cara itu semasa anak-anak dan remaja.</p>
<p>Namun ketika tiba di Bandung seiring kuliah di ITB, kehidupan kampus seakan mendidik saya untuk fleksibel sehingga dapat meraih sebanyak mungkin pengalaman dan kesempatan. Dan saya memang mendapatkan banyak manfaat dari fleksibilitas itu. Dia juga memberi saya ruang untuk memelihara dan mewujudkan idealisme-idealisme saya.</p>
<p>Kini, setelah lebih dari 4 tahun saya lulus dan melepas status mahasiswa, dan tidak lagi berada di kehidupan kampus, saya mulai merasakan dilema itu. Untuk saat ini, tampaknya saya harus kembali ke karakter dasar saya ketika bekerja : terstruktur dan fokus. Namun ternyata itu memang tidak mudah. Selain karena sudah begitu terbiasa dengan fleksibilitas tinggi, sampai saat ini saya memang masih membutuhkan fleksibilitas itu.</p>
<p>Pada akhirnya&#8211;setidaknya untuk saat ini&#8211;saya perlu membangun sebentuk keseimbangan.  Dan untuk itu dibutuhkan sebentuk kedisiplinan yang lebih tersirat, bukan sebentuk jadwal kegiatan, bukan sebentuk patokan-patokan atau rukun tindakan. Sesuatu yang lebih menuntut kesungguhan hati.</p>
<br />Posted in Kontemplasi, PengembanganDiri  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhfirman.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhfirman.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhfirman.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhfirman.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhfirman.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhfirman.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhfirman.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhfirman.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhfirman.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhfirman.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhfirman.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhfirman.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhfirman.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhfirman.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=271&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhfirman.wordpress.com/2009/02/09/membentuk-keseimbangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6e15f36acffd9a2a8d2400ff997c6ce?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">muhfirman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kembali pada keheningan</title>
		<link>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/19/kembali-pada-keheningan/</link>
		<comments>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/19/kembali-pada-keheningan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 18:31:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhfirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhfirman.wordpress.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan, dihadapan segala isi dunia, melintasi peristiwa demi peristiwa, Kau hadapkan senantiasa hati kami pada rahasiaMu, Kau getarkan dengan begitu halusnya nurani kami untuk mendengar siratanMu, Kau heningkan hidup kami hingga tak ada lagi suara-suara, hingga kami pun kembali menghadapkan hati kepadaMu. Tuhan, terima kami yang kembali menatapMu. Dalam hening, menyata ikhlas, semesta kepasrahan. . [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=267&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-268" title="water-drop" src="http://muhfirman.files.wordpress.com/2009/01/water-drop.jpg?w=500&#038;h=333" alt="water-drop" width="500" height="333" /></p>
<p>Tuhan, dihadapan segala isi dunia, melintasi peristiwa demi peristiwa, Kau hadapkan senantiasa hati kami pada rahasiaMu, Kau getarkan dengan begitu halusnya nurani kami untuk mendengar siratanMu, Kau heningkan hidup kami hingga tak ada lagi suara-suara, hingga kami pun kembali menghadapkan hati kepadaMu.</p>
<p>Tuhan, terima kami yang kembali menatapMu. Dalam hening, menyata ikhlas, semesta kepasrahan.</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<br />Posted in Kontemplasi, Spiritualitas  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhfirman.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhfirman.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhfirman.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhfirman.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhfirman.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhfirman.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhfirman.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhfirman.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhfirman.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhfirman.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhfirman.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhfirman.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhfirman.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhfirman.wordpress.com/267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=267&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/19/kembali-pada-keheningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6e15f36acffd9a2a8d2400ff997c6ce?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">muhfirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhfirman.files.wordpress.com/2009/01/water-drop.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">water-drop</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konflik Ambon, 10 tahun yang lalu</title>
		<link>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/17/konflik-ambon-10-tahun-yang-lalu/</link>
		<comments>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/17/konflik-ambon-10-tahun-yang-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 18:08:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhfirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>
		<category><![CDATA[ambon]]></category>
		<category><![CDATA[kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[perang agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhfirman.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Sepuluh tahun yang lalu, 1999, Ambon membara. Masih ingat? Kejadian itu mengagetkan kita. Di sebuah bangsa yang katanya ramah bisa pecah perang terbuka yang kental dengan sentimen perbedaan agama. Seakan perang palestina &#8211; israel menjadi begitu dekat di sebrang pulau. Ambon menjadi medan perang. Segregasi yang telah berlangsung lama, perlahan-lahan benihnya tumbuh sejak tahun 1970an, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=251&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-252" title="ambon" src="http://muhfirman.files.wordpress.com/2009/01/ambon.jpg?w=259&#038;h=202" alt="ambon" width="259" height="202" />Sepuluh tahun yang lalu, 1999, Ambon membara. Masih ingat? Kejadian itu mengagetkan kita. Di sebuah bangsa yang katanya ramah bisa pecah perang terbuka yang kental dengan sentimen perbedaan agama. Seakan perang palestina &#8211; israel menjadi begitu dekat di sebrang pulau.</p>
<p>Ambon menjadi medan perang. Segregasi yang telah berlangsung lama, perlahan-lahan benihnya tumbuh sejak tahun 1970an, akhirnya meledak. Dan hari-hari itu semakin mengental, mengeras. Obet lawan Acang. Ikat kepala merah lawan ikat kepala putih. Silih berganti rumah ibadah diserang. Sekian masjid dihancurkan, hingga saatnya balasan dilakukan, gereja-gereja pun berakhir sama. Jauh bertahun-tahun sebelumnya kampung muslim dan kampung kristen memang selalu terpisah. Dan pada saat itu pemisahan itupun menjadi pembatas yang sangat jelas akan wilayah kendali dan pertahanan masing-masing.</p>
<p><span id="more-251"></span>Hari-hari itu panasnya memang terasa begitu meluas. Kabar berita kekerasan menyebar begitu cepat, foto-foto pembantaian beredar di media, sampai ke mailbox kita, menggelisahkan dan memancing amarah. Persis seperti hari-hari ini yang kita saksikan dari Palestina. Seruan jihad menggema dari mana-mana. Terdengar dan bergaung begitu kuat hingga di kampus-kampus. Dan nyata, berangkatlah dari berbagai tempat di indonesia para sukarelawan itu, juga dari kampus ITB.</p>
<p>Di tahun 1999 itu, tak bisa disangkal, pertanyaan yang sangat menggelisahkan itu pun mengusik saya. Haruskah saya berangkat ke Ambon? Pantaskah saya tetap di bandung, menikmati nyamannya kampus setiap hari sementara di sana api membara? Apakah tersedia sebab, alasan, keharusan yang layak untuk saya tetap ada di bandung. Apakah saya harus berangkat?</p>
<p>Bukan pertanyaan mudah. Apalagi saya menyaksikan sendiri beberapa rekan saya berangkat ke Ambon. Mereka tinggalkan kampus sekian bulan lamanya. Menyatu dengan saudara-saudara di Ambon. Sebagian pulang, ada juga yang menjemput syahid di sana. Uuh Muhdi Zaini, teman saya di Asrama Sangkuriang (rumah H) ITB, berangkat untuk kemudian kembali. Sementara Cecep Sumantri, ia berangkat untuk syahid di sana. Ia mahasiswa Fisika angkatan 98.</p>
<p>Tiga tahun lebih konflik itu berlangsung. Membuat siapapun yang peduli dan benar-benar menginginkan penyelesaian menjadi frustasi. Sungguh. Apalagi mereka yang berada di tengah-tengah api membara itu. Tiga tahun lebih. Sampai kemudian api amarah itu perlahan redup ditiup waktu, dan akal sehat pun perlahan menyadarkan bahwa mereka membutuhkan perdamaian. Sampai kemudian hati mereka sudi kembali untuk berkata &#8220;Kitorang Basudara&#8221;.</p>
<p>Seperti yang terjadi jauh di timur tengah sana, di dekat kita pun pernah terjadi peristiwa yang menyerupai. Konflik yang begitu keras, panas, menimbulkan ribuan korban dan membekaskan luka yang dalam. Mengajak kita menyelam dalam merenungi kadar kemanusiaan bangsa kita, dan umat manusia seisi dunia. Mencetuskan pertanyaan, gugatan, dan sekian kali kegamangan. Membuat kita berfikir ulang tentang seberapa kekuatan nurani kita, seberapa dewasa mental kita, seberapa murni fitrah dan kesadaran kemanusiaan kita, yang akan menentukan seberapa kemampuan kita menciptakan madani di indonesia.</p>
<p>Dan bahwa pada akhirnya perdamaian bisa mereka hadirkan kembali, semestinya menggugah nurani kita untuk mengambil pelajaran. Bagaimana pun juga, dalam perbedaan-perbedaan manusiawi kita semestinya tetap dapat hidup berdampingan. Jika saya tidak salah, itulah madani.</p>
<br />Posted in Humaniora, Kontemplasi, Spiritualitas  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhfirman.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhfirman.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhfirman.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhfirman.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhfirman.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhfirman.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhfirman.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhfirman.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhfirman.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhfirman.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhfirman.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhfirman.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhfirman.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhfirman.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=251&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/17/konflik-ambon-10-tahun-yang-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6e15f36acffd9a2a8d2400ff997c6ce?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">muhfirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhfirman.files.wordpress.com/2009/01/ambon.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ambon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konflik kedaulatan Palestina &#8211; Israel</title>
		<link>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/16/konflik-kedaulatan-palestina-israel/</link>
		<comments>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/16/konflik-kedaulatan-palestina-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 03:47:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhfirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[SosialPolitik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhfirman.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Sudah cukup banyak referensi dan opini seputar sejarah konflik Palestina &#8211; Israel di jagad maya, sebagiannya juga membantu kita melihat kemungkinan masa depan konflik ini. Sejauh pembacaan saya, salah satu yang paling menarik adalah diskursus tentang &#8216;duduk perkara&#8217; konflik ini. Kalau ada yang mengatakan &#8216;duduk perkara&#8217; konflik panjang tak berkesudahan ini adalah konflik kedaulatan, tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=248&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah cukup banyak referensi dan opini seputar sejarah konflik Palestina &#8211; Israel di jagad maya, sebagiannya juga membantu kita melihat kemungkinan masa depan konflik ini. Sejauh pembacaan saya, salah satu yang paling menarik adalah diskursus tentang &#8216;duduk perkara&#8217; konflik ini.</p>
<p>Kalau ada yang mengatakan &#8216;duduk perkara&#8217; konflik panjang tak berkesudahan ini adalah konflik kedaulatan, tak salah juga menurut saya. Hanya saja saya ingin mengajak untuk berpikir lebih dalam, mencoba mencari hal-hal terpendam yang membuat kedua bangsa ini tak juga bersedia untuk saling mengakui kedaulatan masing-masing.</p>
<p>Ya, kedaulatan sesungguhnya adalah hasil. Sementara hal-hal yang mendorong sebuah bangsa menginginkan kedaulatannya sendiri, dan juga MENOLAK mengakui kedaulatan bangsa lain, adalah hal-hal primordial : agama, ideologi, pandangan hidup, nilai, budaya, tradisi, ras.</p>
<p><span id="more-248"></span>Dan tampaknya, ego kebangsaan juga yang membuat Israel demikian jumawa memasuki tanah palestina dengan kasarnya. Ego kebangsaan juga yang membuat sikap negara Israel selama ini tidak bersahabat, dan pada akhirnya selalu memancing kebencian dan permusuhan. Faktanya, dunia sudah sejak lama menyoroti tindakan-tindakan mereka yang kerap kasar, brutal, tanpa rasa kemanusiaan. Karena mereka merasa, sebagai bangsa yang unggul mereka berhak melakukan itu semua. Dan dalam keyakinan agamanya, mereka merasa senantiasa dijanjikan bahwa tanah itu adalah tanah mereka.</p>
<p>Saya tidak bisa menyangkal jika ada yang menilai bahwa sebagian umat islam pun sibuk memelihara dan memperbesar kebencian kepada yahudi, dan menjadikannya &#8220;pemacu semangat perlawanan dan perjuangan&#8221;, seakan-akan seluruh yahudi adalah musuh dan selamanya akan begitu&#8211;sebuah pandangan yang jelas tidak sesuai dengan apa yang Allah sampaikan di AlQur&#8217;an. Tapi di saat yang sama saya juga ingin berkata dengan yakin bahwa mayoritas bangsa Palestina&#8211;dan islam umumnya selalu membuka pikirannya untuk kemungkinan hidup berdampingan dengan mereka yang berbeda agama, ideologi, tradisi dan ras. Selama masing-masing menunjukkan itikad baik untuk saling menghargai.</p>
<p>Pada akhirnya, ini adalah konflik ego. Dan hanya akan selesai ketika bisa ditegakkan batas-batas yang memaksa setiap pihak untuk menghargai hak dan harkat hidup pihak lain. Dan dibutuhkan keberanian yang besar untuk menegakkan itu hingga tak dapat lagi diruntuhkan oleh salah satu pihak yang tidak dapat menahan diri.</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<br />Posted in Humaniora, SosialPolitik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhfirman.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhfirman.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhfirman.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhfirman.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhfirman.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhfirman.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhfirman.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhfirman.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhfirman.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhfirman.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhfirman.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhfirman.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhfirman.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhfirman.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=248&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/16/konflik-kedaulatan-palestina-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6e15f36acffd9a2a8d2400ff997c6ce?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">muhfirman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Kedaulatan</title>
		<link>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/14/tentang-kedaulatan/</link>
		<comments>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/14/tentang-kedaulatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 08:04:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhfirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[SosialPolitik]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kedaulatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhfirman.wordpress.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pernyataan menyeruak ke tengah kontroversi : konflik Palestina &#8211; Israel adalah konflik kedaulatan, bukan konflik suku, ras, ataupun agama. Sebuah pernyataan sederhana, cukup menarik, dan mungkin tidak terpikirkan oleh orang banyak. Sejauh ini, dalam kadar tertentu menurut saya cukup menjawab. Meski tak juga selesai. Bagaimanapun kedaulatan hanyalah hasil, akibat. Alasan-alasan yang mendasari sebuah kaum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=235&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-246" title="free3" src="http://muhfirman.files.wordpress.com/2009/01/free3.jpg?w=226&#038;h=216" alt="free3" width="226" height="216" />Sebuah pernyataan menyeruak ke tengah kontroversi : konflik Palestina &#8211; Israel adalah konflik kedaulatan, bukan konflik suku, ras, ataupun agama.</p>
<p>Sebuah pernyataan sederhana, cukup menarik, dan mungkin tidak terpikirkan oleh orang banyak. Sejauh ini, dalam kadar tertentu menurut saya cukup menjawab. Meski tak juga selesai. Bagaimanapun kedaulatan hanyalah hasil, akibat. Alasan-alasan yang mendasari sebuah kaum menginginkan kedaulatan sendiri pada akhirnya kembali ke faktor-faktor primordial : agama, keyakinan, pandangan hidup, tradisi, budaya, ras.</p>
<p><span id="more-235"></span>Tapi untuk saat ini, marilah kita berpikir tentang kedaulatan saja. Seperti apa sebenarnya wujud sejati sebuah kedaulatan di sebuah bangsa? dan bagaimana caranya sebuah bangsa membangun kedaulatan ? Dan karena itu, mungkin ada baiknya kita kemudian berpikir, apakah Indonesia sebenarnya adalah sebuah bangsa yang sejatinya berdaulat?</p>
<p>Tidak mengapa kan sebuah tulisan di blog berakhir dalam bertanya? Saya sangat yakin bahwa Indonesia ini pun tak sepenuhnya berdaulat. Masih jauh bahkan. Namun saat ini belum tersusun dengan jelas di pikiran untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Mari memikirkannya.</p>
<br />Posted in Humaniora, SosialPolitik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhfirman.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhfirman.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhfirman.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhfirman.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhfirman.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhfirman.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhfirman.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhfirman.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhfirman.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhfirman.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhfirman.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhfirman.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhfirman.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhfirman.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=235&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/14/tentang-kedaulatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6e15f36acffd9a2a8d2400ff997c6ce?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">muhfirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhfirman.files.wordpress.com/2009/01/free3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">free3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Solidaritas kita untuk Palestina</title>
		<link>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/09/solidaritas-kita-untuk-palestina/</link>
		<comments>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/09/solidaritas-kita-untuk-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 21:19:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhfirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[solidaritas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhfirman.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa hari konflik Palestina &#8211; Israel berkobar lagi, 14 hari hingga hari ini. bagaimana respon hati kita sejak awalnya? pertanyaan ini saya ajukan kepada diri sendiri, dan rekan-rekan muslim. Mungkin banyak yang berkata kalau konflik Palestina &#8211; Israel bukanlah konflik agama. Tapi sejujurnya kami yang muslim peduli kepada palestina tidak hanya karena merekalah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=228&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-229" title="empathy1" src="http://muhfirman.files.wordpress.com/2009/01/empathy1.jpg?w=300&#038;h=243" alt="empathy1" width="300" height="243" />Sudah beberapa hari konflik Palestina &#8211; Israel berkobar lagi, 14 hari hingga hari ini. bagaimana respon hati kita sejak awalnya? pertanyaan ini saya ajukan kepada diri sendiri, dan rekan-rekan muslim.</p>
<p>Mungkin banyak yang berkata kalau konflik Palestina &#8211; Israel bukanlah konflik agama. Tapi sejujurnya kami yang muslim peduli kepada palestina tidak hanya karena merekalah yang terzalimi secara kemanusiaan di dalam konflik ini, namun juga, dan terutama, karena kami muslim dan bangsa palestina adalah bangsa muslim. Menjadi sangat wajiblah bagi kami yang muslim untuk peduli dan terlibat secara emosional dalam konflik ini.</p>
<p><span id="more-228"></span>Kembali ke pertanyaan di atas. Wahai sahabat, mungkin kita sangat marah saat ini. Mungkin kita sangat sedih. Dan sudah sewajarnya hati seorang muslim yang beriman sedih dan marah menyaksikan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina. Namun dalam kemarahan yang bercampur dengan kepedihan itu, semoga kita masih bisa berhati jernih&#8230; layaknya Sayidina Ali yang dengan kejernihan hatinya menghentikan diri dari menebas lawannya ketika perang, karena beliau tidak ingin memerangi musuh karena kemarahan nafsu.</p>
<p>Menyambung tulisan saya sebelumnya : kita semua sudah tahu bagaimana tabiat Israel. Kita semua sudah sangat tahu. Oleh karena itu, bagaimana kalau kita arahkan hati kita dalam merespon konflik ini ke arah penguatan solidaritas umat dan juga introspeksi diri. Hal ini InsyaAllah akan menciptakan perbaikan di tengah-tengah umat islam.</p>
<p>Kemarahan yang terus digolakkan hanya akan membuncahkan kebencian, yang ketika semakin memuncak dan memekat akan membuat kita hanya mampu mengumpat, berteriak, mengejek, bahkan melakukan hal-hal tercela tanpa kita sadari.</p>
<p>Saudara-saudaraku, kita bukan bangsa Israel kan? Oleh karena itu, marilah kita merespon konflik ini dengan kebaikan dan perbaikan. Dengan keberanian dan akal sehat. Kita sadar, Allah telah mengingatkan kita, jangan sampai kebencian kita kepada suatu kaum membuat kita melakukan tindakan yang jauh dari nilai-nilai kebaikan.</p>
<p>Semoga panjangnya konflik Palestina &#8211; Israel bisa kita iringi dengan ukhuwah islamiyah yang semakin kokoh. Sudah seharusnya. Sudah seharusnya. Sebagaimana semakin kokohnya persaudaraan muslim muhajirin dan anshar ditempa peperangan demi peperangan. Hingga tibalah mereka di Futuh Makkah. Subhanallah, Wal Hamdulillah, Allahu Akbar.</p>
<br />Posted in Humaniora, Kontemplasi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhfirman.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhfirman.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhfirman.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhfirman.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhfirman.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhfirman.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhfirman.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhfirman.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhfirman.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhfirman.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhfirman.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhfirman.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhfirman.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhfirman.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=228&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/09/solidaritas-kita-untuk-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6e15f36acffd9a2a8d2400ff997c6ce?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">muhfirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhfirman.files.wordpress.com/2009/01/empathy1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">empathy1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memahami konflik Palestina &#8211; Israel</title>
		<link>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/07/memahami-konflik-palestina-israel/</link>
		<comments>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/07/memahami-konflik-palestina-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 05:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muhfirman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhfirman.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Panjang nian sejarah konflik tak berkesudahan ini. Ketika beberapa hari yang lalu Palestina-Israel memanas kembali, dan untuk kesekiankalinya kita saksikan ribuan orang menjadi korban&#8211;anak-anak balita sampai orangtua jompo&#8211;diserang, dibom, diluluhlantakkan, satu demi satu pertanyaan muncul berputar-putar di pikiran saya. Mengapa konflik ini begitu panjang tak kunjung selesai. 60 tahun lebih sudah sejak negara Israel dideklarasikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=215&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Panjang nian sejarah konflik tak berkesudahan ini</em>.</p>
<p>Ketika beberapa hari yang lalu Palestina-Israel memanas kembali, dan untuk kesekiankalinya kita saksikan ribuan orang menjadi korban&#8211;anak-anak balita sampai orangtua jompo&#8211;diserang, dibom, diluluhlantakkan, satu demi satu pertanyaan muncul berputar-putar di pikiran saya.</p>
<p><a href="http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?ID=12457">Mengapa konflik ini begitu panjang tak kunjung selesai.</a> 60 tahun lebih sudah sejak negara Israel dideklarasikan yang menyulut konflik bersenjata hingga saat ini. Mengapa setiap keadaan seakan membaik untuk beberapa saat, kemudian dengan mudahnya konflik senjata muncul kembali&#8211;seakan semua usaha perdamaian yang diupayakan dengan begitu sulit sebelumnya hangus tak berbekas.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-219" title="palestina-loss2" src="http://muhfirman.files.wordpress.com/2009/01/palestina-loss2.jpg?w=500&#038;h=332" alt="palestina-loss2" width="500" height="332" />Ada apa sebenarnya dengan Bangsa Israel ini? Kalaulah semua berita yang saya dengar selama ini benar, mengapa tabiat mereka begitu rupa? maka wajar rasanya pertanyaan ini muncul. Seperti apa sebenarnya tabiat mereka sebagai sebuah bangsa&#8230;?</p>
<p><span id="more-215"></span>Yang lebih mengherankan, mengapa dunia seakan tak bisa berbuat apa-apa. Mereka yang memiliki otoritas, semacam PBB, tampak tak pernah bersungguh-sungguh untuk membantu mereka mengakhiri perkelahian yang penuh penderitaan ini. Sementara AS senantiasa berdiri di belakang punggung Israel, <a href="http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=12500">menolak setiap resolusi PBB yang menekan Israel.</a></p>
<p>Lalu, kemana itu para bangsa arab di sekitar palestina? Apa yang sedang mereka kerjakan? Masa sih tak berbuat sesuatu?</p>
<p>Pada akhirnya ketika saya berusaha berpikir lebih objektif, saya pun mencoba bertanya, adakah yang salah dengan bangsa Palestina? Apakah mereka juga tak mampu menjaga komitmen untuk berdamai atau setidaknya gencatan senjata? Mengapa di antara mereka pun sering terjadi friksi, seperti antara FATAH dan HAMAS.</p>
<p>Sejarahnya memang panjang dan rumit. Saya masih mencoba mempelajarinya agar dapat berpikir, menilai, dan berpendapat lebih dari sekedar dorongan emosional, dan tidak hanya memberikan tanggapan &#8216;tong kosong nyaring bunyinya&#8217;. Dan sejauh ini saya menemukan satu hal yang penting untuk kitasadari bersama. Bahwa berlarut-larutnya penderitaan saudara-saudara kita di palestina adalah bukti nyata kegagalan solidaritas umat islam, terutama solidaritas muslim arab.</p>
<p>Ya, kemana itu para bangsa Arab? Mereka negara-negara makmur berlimpah harta dan minyak, yang kini hidup dengan mewahnya, layaknya para sheik itu, seperti yang kita saksikan di Abu Dhabi, Dubai, Jeddah, sementara saudara-saudara dekat mereka di Palestina setiap hari menderita, berdiri di atas tanah yang berguncang, udara bau debu dan mesiu, selalu sibuk mengevakuasi dan menguburkan keluarganya yang jadi korban.</p>
<p>Hingga saat ini, di sela-sela doa saya agar Allah berkenan mengangkat penderitaan saudara-saudara di palestina, baru sampai disinilah &#8216;keterlibatan&#8217; saya dengan masalah ini. Bertanya, berusaha memahami, berusaha mencari lubang-lubang menganga yang membuat kita umat islam tak juga dapat menyelesaikan konflik sepanjang peradaban manusia ini.</p>
<p>Saya yakin, tidaklah cukup kalau yang kita hanya mengutuk israel berulang kali, mengumpat, demo, meneriakkan seruan boikot, dan semacamnya. apalagi seringkali seruan-seruan itu perlahan-lahan meredup seiring hadir dan bergantinya tema berita dunia perlahan-lahan. Terus menerus seperti itu. Teriak lalu lupa. Perang terjadi lagi, teriak lagi&#8230; lupa lagi.</p>
<p>Kita harus bisa menemukan lubang-lubang itu, dan menutupnya. Maka semua pertanyaan itu harus terjawab. Dengan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itulah ada jalan menuju perbaikan yang sesungguhnya. Dan setidaknya untuk kita yang ada di Indonesia, jawaban yang jelas membuat kita memiliki cukup pemahaman untuk memberi respon yang tepat dan memadai.</p>
<p>Saya memilih untuk berpikir bahwa memang sudah begitulah Israel. Jadi, daripada hanya mengutuk kegelapan lebih baik rasanya kita berusaha menciptakan terang. Kezaliman harus dikutuk memang, namun untuk penyelesaian masalah yang tuntas, dibutuhkan pintu lain sebanyak-banyaknya yang bisa membuka jalan keluar dari masalah ini. Dan jalan yang sudah jelas harus kita lalui saat ini adalah meningkatkan solidaritas muslim sedunia, dan mengingatkan saudara-saudara kita di negara-negara Arab kaya itu untuk mulai bersungguh-sungguh menyelamatkan saudara dekat mereka.</p>
<br />Posted in Humaniora, Kontemplasi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhfirman.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhfirman.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhfirman.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhfirman.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhfirman.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhfirman.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhfirman.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhfirman.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhfirman.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhfirman.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhfirman.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhfirman.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhfirman.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhfirman.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhfirman.wordpress.com&amp;blog=1578087&amp;post=215&amp;subd=muhfirman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhfirman.wordpress.com/2009/01/07/memahami-konflik-palestina-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6e15f36acffd9a2a8d2400ff997c6ce?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">muhfirman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://muhfirman.files.wordpress.com/2009/01/palestina-loss2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">palestina-loss2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
