Sudah beberapa hari konflik Palestina – Israel berkobar lagi, 14 hari hingga hari ini. bagaimana respon hati kita sejak awalnya? pertanyaan ini saya ajukan kepada diri sendiri, dan rekan-rekan muslim.
Mungkin banyak yang berkata kalau konflik Palestina – Israel bukanlah konflik agama. Tapi sejujurnya kami yang muslim peduli kepada palestina tidak hanya karena merekalah yang terzalimi secara kemanusiaan di dalam konflik ini, namun juga, dan terutama, karena kami muslim dan bangsa palestina adalah bangsa muslim. Menjadi sangat wajiblah bagi kami yang muslim untuk peduli dan terlibat secara emosional dalam konflik ini.
Kembali ke pertanyaan di atas. Wahai sahabat, mungkin kita sangat marah saat ini. Mungkin kita sangat sedih. Dan sudah sewajarnya hati seorang muslim yang beriman sedih dan marah menyaksikan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina. Namun dalam kemarahan yang bercampur dengan kepedihan itu, semoga kita masih bisa berhati jernih… layaknya Sayidina Ali yang dengan kejernihan hatinya menghentikan diri dari menebas lawannya ketika perang, karena beliau tidak ingin memerangi musuh karena kemarahan nafsu.
Menyambung tulisan saya sebelumnya : kita semua sudah tahu bagaimana tabiat Israel. Kita semua sudah sangat tahu. Oleh karena itu, bagaimana kalau kita arahkan hati kita dalam merespon konflik ini ke arah penguatan solidaritas umat dan juga introspeksi diri. Hal ini InsyaAllah akan menciptakan perbaikan di tengah-tengah umat islam.
Kemarahan yang terus digolakkan hanya akan membuncahkan kebencian, yang ketika semakin memuncak dan memekat akan membuat kita hanya mampu mengumpat, berteriak, mengejek, bahkan melakukan hal-hal tercela tanpa kita sadari.
Saudara-saudaraku, kita bukan bangsa Israel kan? Oleh karena itu, marilah kita merespon konflik ini dengan kebaikan dan perbaikan. Dengan keberanian dan akal sehat. Kita sadar, Allah telah mengingatkan kita, jangan sampai kebencian kita kepada suatu kaum membuat kita melakukan tindakan yang jauh dari nilai-nilai kebaikan.
Semoga panjangnya konflik Palestina – Israel bisa kita iringi dengan ukhuwah islamiyah yang semakin kokoh. Sudah seharusnya. Sudah seharusnya. Sebagaimana semakin kokohnya persaudaraan muslim muhajirin dan anshar ditempa peperangan demi peperangan. Hingga tibalah mereka di Futuh Makkah. Subhanallah, Wal Hamdulillah, Allahu Akbar.
Andaikan israel bisa dijangkau lewat darat atau bertetangga dengan Indonesia, pasti banyak sekali rakyat kita yang membantu perjuangan Palestina.
http://iwanmalik.wordpress.com
Info Pendidikan & Wirausaha
Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com%3c/a>. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
http://berita-dunia.infogue.com/solidaritas_kita_untuk_palestina